Tips Menjinakkan Ayam Alas

Pada dasarnya ayam alas adalah ayam liar yang hidup di hutan. Sehingga ayam ini mempunyai pembawaan “liar” dalam kehidupannya meski ayam tersebut kita dapatkan dari biji telur. Namun biasanya kalau kita dapatkan ayam alas itu dari telur, untuk menjinakkan ayam tersebut cukup mudah dibandingkan kita dapatkan dari muda hutan (Ayam alas yang kita dapat dari hutan). Namun dengan perlakuan yang sama alias telaten dalam merawatnya bisa jadi yang muda hutan juga bisa jinak.

Langkah pertama dalam menjinakkan ayam ini adalah kandang yang akan ditempati ayam ini harus proporsional, artinya tidak telalu besar dan tidak telalu kecil yaitu cukup pergerakannya. Biasanya saya membuat kandang ayam dengan ukuran 50 cm x 50 cm untuk menempatkan ayam tersebut. Dengan demikian pergerakan ayam tidak terlalu bebas sehingga tidak menghantam dinding-dinding kandang. Langkah kedua adalah pemberian pakan pada ayam alas. Biasannya saya selalu memberikan pakan berupa jangkrik sebanyak sepuluh buah sekali makan. Hal ini mempunyai maksud untuk melatih ayam menjadi jinak.

Ada berbagai macam cara dalam pemberian pakan ini. Ketika kita memberikan pakan untuk pertama kalinya adalah dengan memberikan jangkrik langsung kedalam kandang. Hal ini bertujuan agar supaya ayam alas menjadi biasa mengkonsumsi jangkrik. Hal ini kita lakukan beberapa kali sesering mungkin. Setelah ayam sudah terbiasa mengkonsumsi jangkrik tersebut, langkah kedua adalah dengan menempatkan jangkrik pada kawat kassa. Hal ini dimaksudkan agar ayam mematok jangkrik tersebut seperti gambar disamping. Hal ini juga harus sering kita lakukan agar ayam alas menjadi terbiasa dengan cara seperti ini.

Bila ayam alas sudah terbiasa dengan cara seperti itu, langkah selanjutnya adalah dengan memasukkan tangan kita kedalam kandang. Hal ini dimaksudkan agar ayam alas tidak takut terhadap tangan manusia seperti gambar disamping. Cara semacam ini juga harus sering kita lakukan agar supaya ayam alas kita menjadi terbiasa. Cara-cara semacam ini harus sering kita lakukan tergantung pada kesiapan ayam tersebut. Bila langkah pertama berhasil baru kita terapkan langkah kedua demikan seterusnya.

Selanjutnya langkah untuk menjinakkan ayam adalah dengan memekarkan tangan kita ketika memberi pakan seperti gambar disamping. Kalau bisa usahakan dalam memberikan pakan tidak dengan satu ekor jangkrik saja namun tiga atau lima ekor jangkrik dalam genggaman kita. Bila hal ini kita lakukan dengan baik maka nantinya ayam alas kita tidak akan takut pada siapapun juga. Selamat mencoba !!! (Dien eMKa)

Categories: Ayam Alas, Ayam Bekisar, Ayam Ketawa | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Prinsip Dasar Pembuatan Kandang Ayam Hias

Pada mulanya aku hanya coba-coba membuat sendiri kandang ayam. Namun akhirnya setelah aku dapatkan ilmunya akhirnya keterusan. Pada dasarnya ayam ayam dalam sangkar yang dibutuhkan adalah sirkulasi udara yang cukup, sinar matahari yang cukup sehingga tempat ayam tidak lembab. Dalam hal ini pembuatan kandang ayam harus memperhatikan kondisi tersebut, dimana sirkulasi udara tidak terlalu dingin bila malam hari dan tidak terlalu panas pada siang hari. Kemudian yang perlu diperhatikan pula adalah sinar matahari. Usahakan dalam pembuatan kandang ayam ini pada saat pagi hari ayam tersebut harus terkena sinar matahari langsung. Pada pagi hari merupakan waktu yang baik untuk menghangatkan ayam dengan sinar matahari sehingga ayam bisa sehat. Selanjutnya hal yang perlu diperhatikan adalah lantai dasar kandang sebaiknya menggunakan pasir kali. Hal ini dimaksudkan agar kotoran ayam bisa diminimalisir dengan keberadaan pasir tersebut. Selain itu, didalam sangkar harus diberi tangkringan untuk ayam. (Dien eMKa)

Categories: Catatan | Tags: , , , , | Tinggalkan komentar

Memilih indukan betina untuk menghasilkan bekisar bagus

Induk betina juga menentukan mutu bekisar yang akan dihasilkan. Dari induk yang berbeda akan diperoleh macam-macam bekisar yang berbeda pula.
Secara umum, ayam betina yang baik untuk induk bekisar adalah ayam yang sehat, besarnya tidak melebihi ayam hutan jantan, berbulu tebal, dan berjengger wilah (bergerigi).

Selain itu, ayam betina harus sudah berumur enam bulan dan koteknya keras serta panjang. Paduan kotek ayam betina seperti ini dengan kokok ayam hutan yang bagus akan menghasilkan bekisar yang bersuara bagus pula.
Selain mewariskan bentuk jengger dan suara pada anak-anaknya, induk betina juga menentukan variasi warna bulu keturunannya. Sumber Majalah Trubus
Categories: Ayam Bekisar | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Ayam Bekisar

Ayam Bekisar merupakan keturunan F1 hasil perkawinan ayam hutan jantan (Gallus varius) dan ayam Kampung betina (Gallus gallus domesticus). Bekisar dikembangkan sebagai ayam kesayangan untuk menghasilkan ayam hias yang indah bulunya, dan terutama untuk mendapatkan keindahan suaranya dengan suara kokok yang memikat.

Ayam Bekisar dapat mencapai harga yang sangat mahal. Warna bulu didominasi oleh warna bulu ayam Kampung betina yang digunakan, tetapi postur tubuh, sifat dan suaranya sangat tergantung pejantannya yaitu ayam Hutan Hijau. Pada awalnya penggemar Bekisar hanya menyukai warna Merah dan Hitam, saat ini warna ayam Bekisar sangat beragam bahkan keindahan warna bulu ayam Bekisar sering digunakan sebagai salah satu kriteria dalam lomba Bekisar. Warna dasar ayam Bekisar mempunyai delapan warna dasar favorit yaitu Merah, Hitam, Putih, Kuning, Wido, Kelabu, Blorok, dan Jali. Ayam Bekisar menjadi lambang fauna (maskot) Propinsi Jawa Timur. Ayam Bekisar berasal dari pulau Kangean, sebuah pulau kecil sebelah timur Madura, termasuk wilayah kabupaten Sumenep. Ayam ini menyebar ke seluruh pulau Madura, Jawa, Bali, dan Wilayah Lombok, Komodo, Flores. Selain di wilayah tersebut ayam Bekisar sulit dijumpai. Berdasarkan Wikipedia Indonesia, ada tiga jenis ayam bekisar :

1. Gallus aenus yang berjengger bergerigi delapan kecil, pial berukuran sedang, warna bulu pada lapisan atas ungu dengan plisir kuning emas.
2. Gallus temminckii memiliki jengger bergerigi emas, pial berwarna jambu, bulu merah mengkilap dan berplisir merah kecoklatan.
3. Gallus violanceus dengan jengger bergerigi bagus, ukuran pial sedang, warna bulunya ungu dengan permukaan yang halus.

Beberapa macam ayam Bekisar yang terkenal keindahannya yaitu :

1. Bekisar Kangean (Madura), dibentuk dari induk betina berbulu satu macam misalnya hitam, merah, putih, kuning, dan abu – abu.
2. Bekisar Putih (Yogya), berwarna putih mulai dari paruh, hingga telapak kaki kecuali jengger, pial, dan cuping berwarna merah.
3. Bekisar Hitam (Parakan), silangan dengan ayam Kedu Hitam betina. Bentuk tubuh tinggi, besar, tegap dan berbulu hitam.
4. Bekisar Multiwarna (Solo), kaya akan warna dan suaranya sangat nyaring dengan ujung suara meninggi, ukuran tubuh sedang. Ayam Bekisar multiwarna mempunyai bulu warna – warni dengan bulu leher, bulu pelana, dan bulu hias berwarna merah menyala.

sumber : poultryindonesia

Categories: Ayam Alas | Tags: , | Tinggalkan komentar

Budidaya Ayam Ketawa Mengangkat Produk Dalam Negeri

Mungkin judul diatas sedikit idealis, tetapi memang begitulah kenyataanya. Berbagai satwa hobi di Indonesia banyak didatangkan dari manca negara.Nah, dengan mengembangkan ayam ketawa yang notabene ayam asli Indonesia, ayam ini bisa berkembang menjadi tuan rumah dinegeri sendiri dan tidak menutup kemungkinan bisa go Internasional.Kalau kita biasa mendatangkan perkutut dari bangkok, serama dari malaysia dan ayam saigon dari vietnam. Maka pada suatu saat nanti gantian kita yang mengekspor ayam ketawa ke luar negeri.

Sebagai langkah awal memasyarakatkan ayam ketawa didalam negeri, caranya dengan memeperbanyak penghobinya sehingga bermunculan klub-klub pecinta ayam ketawa. Seperti di semarang sudah digelar latber untuk kontes ayam ketawa.
Sekarang ayam ketawa mania sudah cukup banyak. Pertengahan 2011 nanti hobi ayam ketawa bakal mencapai puncaknya. Tentu saja untuk menuju kesana dukungan dari masyarakat dan pihak terkait sangat diperlukan sehingga hobi ini bisa berkembang.
Tingginya permintaan saat ini tentu saja menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan. Dengan merjuni breeding ayam ketawa apalagi nantinya bisa menghasilkan variasi lagu-lagu baru maka harga juga bisa dipastikan akan berlipat ganda. Untuk pasarnya, permintaan ayam ketawa ini cukup luas. Mulai anakan hingga dewasa sudah bisa diserap pasar. Sebagai gambaran umur 1 bulan saja dengan kualitas standart bandrolnya berkisar Rp.200.000,- – Rp.250.000,-. Lantas berjenjang umur 2,3,4,5,6 hingga 7 bulan. Diatasnya masuk kategori ayam ketawa dewasa yang harganya tembus sampai puluhan juta rupiah.Sumber:
Tabloid Agrobis
Categories: Ayam Ketawa | Tags: , | Tinggalkan komentar

Makanan tambahan untuk ayam srama

Pepaya berperan melancarkan pencernaan. Usus serama yang pendek membuat ayam rentan sembelit jika makanan menumpuk disaluran pencernaan. Karena itu diperlukan makanan tambahan yang melancarkan pencernaan. Pepaya juga kaya vitamin c yang berperan meningkatkan kekebalan tubuh ayam.

Sebelum diberikan potong pepaya berbentuk dadu dengan diameter 5 mm agar serama mudah menyantapnya. Pepaya sebaiknya diberikan pada tempat yang terpisah dari pakan biasa. Dalam sehari pepaya diberikan minimal 2 kali yakni sesudah pemberian pakan biasa.

Selain sebgai penghias taman, daun bambu juga bisa menjadi makanan tambahan bagi ayam serama. setiap pagi, sahasdi mengumbar serama dihalaman dan membiarkan serama mematuk daun-daun bambu. Menurutnya daun bambu dapat meningkatkan kekebalan tubuh serama sehingga lebih tahan terhadap penyakit. Dlam pengobatan tradisional china, daun bambu sering digunakan sebagai tanaman obat.

Meski tidak mutlak, pemberian suplemen berupa vitamin penting untuk melengkapai kebutuhan nutrisi serama. Vitamin-vitamin unggas dapat diperoleh di toko-toko penyedia sarana produksi ternak. Vitamin biasanya diberikan bersamaan dengan pakan dan minum atau terpisah.

Salah satu jenis suplemen yang diberikan beberapa peternak adalah minyak ikan. Minyak hasil ekstrak lemak ikan itu dipercaya dapat mengkilapkan bulu karena mengandung vitamin E tinggi dan dapat merangsang nafsu makan. Minyak ikan berupa kapsul diberikan 2 kali seminggu. Kapsul disuapkan langsung ke mulut serama.(www.central-unggas-hias.com)

Categories: Ayam Srama | Tags: , | Tinggalkan komentar

Budidaya ayam srama, unggas kecil berpeluang besar

Ada dua jenis peternakan unggas, peternakan unggas komersial dan peternakan unggas hobi untuk peliharaan. Banyak sekali jenis unggas yang dipelihara untuk hobi, mulai dari ayam bangkok, ayam bekisar, ayam hutan, ayam ketawa dan saat ini yang lagi ngebum menurut saya adalah ayam serama.
Dimana-mana hampir di seluruh kota di indonesia, banyak sekali para hobiis unggas yang saat ini berburu ayam serama untuk melengkapi koleksinya. Sebagai peternak tentu saja hal ini merupakan sebuah peluang besar.

Pada dasarnya penghobi ayam serama ini ada dua macam. Yaitu pemain dan kolektor. Yang saya maksut dengan pemain ini adalah penghobi ayam serama yang benar-benar di pelihara secara intensif dengan tujuan untuk dilombakan atau dikonteskan. Dan yang saya maksut dengan kolektor adalah penghobi unggas yang hanya sekedar senang mengkoleksi unggas untuk hiburan atau kesenangan.

Orang indonesia dikenal bangsa yang latah atau senang ikut-ikutan yang sedang menjadi sebuah tren. Tak terkecuali tren terhadap hewan peliharaan. Dan jumlah mereka yang ikut-ikutan ini justru lebih besar daripada para pemain yang benar-benar profesional. Sebagai peternak kita bisa mengambil peluang tersebut untuk memenuhi kebutuhan pasarnya. Karena harga jual ayam serama tidak ada standar bakunya maka justru dari sinilah akan bisa kita dapatkan keuntungan yang besar jika kita mampu membudidayakan dan memasarkanya dengan baik. (www.central-unggas-hias.com)
Categories: Ayam Srama | Tags: , | Tinggalkan komentar

Ayam Alas Hijau

Ayam alas ini aku dapatkan dari Gucialit. Aku beli ayam alas sebanyak empat ekor yaitu tiga jantan dan satu betina. Dari empat ekor ini aku dapat seharga Rp. 550.000,-. Kemarin satu ayam alasku yang jantan mati. Entah kenapa kok bisa mati. Padahal ditempat minumnya sudah aku beri Trymizin sebagai obat dan Tetracol. Namun semalam kemudian sudah tidak tertolong lagi. Sekarang tinggal tiga ekor.  Tiga ekor anakan ayam alas ini relative jinak. Kata si penjual ayam ini, empat ekor itu didapat dari telur yang dia temukan dihutan. Lalu empat telur tersebut dieramkan pada ayam kampung, lalu empat hari kemudian telur itu menetas.  Aku berusaha membuat ayam ini jinak dengan memberinya jangkrik. Aku ingin ayam-ayam ini tidak takut pada manusia dan Alhamdulillah pada saat ini ayam-ayam tersebut udah berani makan jangkrik dari tanganku sendiri. Aku ingin suatu saat ini membuat atau ternak ayam bekisar. Kata orang, untuk membuat ayam bekisar yang super harus dikawinkan dengan ayam kampung yang berwarna putih. Warna putih ini didapat dari perkawinan antara ayam jantan putih dengan ayam betina putih. Lalu anakan dari ayam tersebut dikawinkan dengan ayam alas. Nantinya anakan dari ayam alas tersebut akan menjadi ayam bekisar super.(Dien eMKa)

Categories: Ayam Alas | Tags: , | Tinggalkan komentar

Ayam Ketawa yang lain…!

Sedangkan yang ini adalah ayam ketawaku yang lain. Dulu aku membelinya ketika berumur tiga bulan dengan harga Rp. 300.000,- per ekor dan aku membelinya dua ekor. Sekarang umur ayam ini sekitar 8 bulan. Kalau yang berwarna hitam itu suaranya panjang dan berjenis dangdut. Namun entah kenapa kokok ayam ini begitu pelit alias jarang berkokok kecuali pagi dan sore hari saja. Sedangkan yang satunya aku masih belum pernah mendengarkan kokok ayam ini. Mereka pada dasarnya sedang belajar untuk berkokok. Jadi mereka masih dalam tahap belajar berkokok. Kata orang-orang yang paham tentang ayam, jenis ayam yang berwarna hitam itu adalah jenis ayam super jika dilihat dari body ayam tersebut yaitu panjang dan kekar serta agresif. Perlakuan ayam tersebut sama dengan ayam-ayamku yang lain yaitu vaksin tiap bulan dan obat tetracol tiap minggu. Sedangkan pakan ayam ini juga beras jagung yang dicampur dengan popan. Untuk sementara kedua ayam ini aku letakkan dikandang bamboo yang aku tutupi dangan plastic agar tidak terlalu dingin bila malam hari. (Dien eMKa)

Categories: Ayam Ketawa | Tinggalkan komentar

Ayam Ketawa Betina…!

Ini adalah ayam ketawa milikku yang betina. Ayam ini sedang mengerami telurnya sejak empat hari yang lalu. Ada 13 telur yang dierami. Aku berharap semoga telur-telur ini bisa menetas semua walau biasanya telur pertama sampai ketiga terkadang tidak menetas karena masih belum ada embrionya. Ini adalah telur pertama yang dieraminya. Masa bertelur ayam ini sekitar dua minggu. Walaupun ayam ini masih dalam kondisi mengerami telu-telurnya, ada lho yang mau pesan anakan ayam ini. Pada saat itu aku bandrol Rp. 250.000,- per ekor dan eh ternyata dia mau juga dengan harga segitu. Ya mungkin ini adalah peluangku untuk mengembangbiakkan ayam ketawa ini walaupun pada awalnya ini adalah hiburan semata. Pada awal aku membeli ayam ini dulu kalau betina tidak dikeluarkan atau tidak di jual. Dia hanya menjual yang jantan-jantan saja.  Namun aku paksa untuk membeli satu betina dan akhirnya boleh membeli satu saja. (Dien eMKa)

Categories: Ayam Ketawa | Tinggalkan komentar

Create a free website or blog at WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.